Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Jemaat Ungaran

Seri PPA (Pendalaman dan Praktek Alkitab) 007. Tidak ada orang kaya, tidak ada orang miskin

  1. Tidak ada orang kaya, tidak ada orang miskin

pray_1024

Dalam Alkitab Anda Baca Dengan Keras Ulangan 15:4-6

Hafalkan Ayat Ini Kisah Para Rasul 4:34 ‘Tidak ada orang kekurangan di antara meeka’.

Kemudian Diskusikan Tentang Ini Apakah Gereja melihat lebih banyak ekstrim kecil dari kesejahteraan daripada dunia.

Sesuasu Untuk Dikerjakan Sebelum Pertemuan Akan Datang Jika mungkin, lakukan sesuatu kepada orang yang diberkati dan sangat miskin.

Tugas Tertulis Diploma Tuliskan satu halaman sehubungan dengan referensi yang dibuat Paulus yang seimbang dalam 2 Korintus 8:13.

Renungkan Kata Demi Kata dari Ayat Berikut 2 Korintus 8:13

Siapa yang berada dalam Kerajaan Tuhan yang menerima hal terbaik dari Tuhan tentang keuangan tidak hanya memiliki apa yang mereka butuhkan tetapi akan menginvestasikan kelebihan uang mereka, begitu kebutuhan mereka terpenuhi, untuk perluasan Kerajaan Tuhan. Paulus berkata kepada Timotius untuk mendapatkan kepuasan dari makanan dan pakaian (1 Timotius 6:8) dan jika setiap orang Kristen melakukan ini mereka akan memiliki banyak untuk diinvestasikan dalam perbuatan-perbuatan baik dari Kerajaan Tuhan. Sebagai hasilnya, mereka yang berada dalam Kerajaan Tuhan akan ada dalam mesyarakat ekonomi kasih dan stabilitas dimana saudara/I Kristen mereka cari, dan memberikan uang untuk membelanjai mereka, untuk menghapuskan kemiskinan dari antara umat Tuhan

Memang sudah pasti dan menjadi suatu skandal jika jika ada orang-orang dalam Kerajaan Tuhan yang benar-benar kekuarangan, tetapi tidak dilayani oleh saudara/I yang lebih kaya dalam Kristus. Melalui setiap orang dalam Kerajaan partisipasi dan investasi keuangan mereka dengan memberikan uang dalam perbuatan-perbuatan baik dan melakukan kasih di antara saudara/I, tidak akan ada orang miskin di dalam Kerajaan Tuhan. Penghapusan kemiskinan kedengarannya sangat baik dan benar baik dalam Perjanjian Lama maupun Baru, kita dapat melihat bahwa tujuan ini adalah secara khusus diminta oleh Tuhan dijalankan oleh umatNya.

Dalam Perjanjian Lama ada beberapa perintah sehubungan dengan uang dan secara khusus perintah untuk menghapuskan piutang setiap 7 tahun yang dibicarakan dalam Ulangan pasal 15 dan perintah untuk memberi persepuluhan dalam pasal 14. Adalah dalam konteks perintah-perintah inilah Tuhan menunjukkan keinginanNya supaya tidak ada kemiskinan di antara umat Tuhan. Bagaimanapun, seperti yang ditunjukkan oleh ayat yang dikutip di bawah ini, ini hanya bias terwujud jika semua umat Tuhan berpartisipasi dan taat atas perintah Tuhan ini dan memberi uang mereka. Terakhir lebih jauh dalam Ulangan pasal 28 kita lihat bahwa partisipasi dan ketaatan akan secara nyata memimpin orang-orang milik Tuhan akan menjadi orang yang paling kaya dan makmur di muka bumi.

Ulangan 15:4 ‘Tidak boleh ada kemiskinan di antara kamu, di tanah yang diberikan oleh Tuhan Allahmu kepadamu sebagai milik pusaka, dia akan memberkati kamu supaya kaya, jika hanya kamu penuh taat kepada tuhan Allahmu dan dengan hati-hati mengikuti perintah ini yang Aku berikan kepadamu pada hari ini’.

Ulangan 28:1 ‘Tuhan Allahmu akan membuat engkau di atas bangsa-bangsa di muka bumi. Semua berkat-berkat ini akan datang kepadamu dan menyertai kamu jika kamu menaati Tuhan Allahmu’.

Tujuan komunitas ekonomi dimana kemiskinan dihapuskan telah terjadi pada Gereja-gereja awal yang penuh kemenangan. Dengan kasih Tuhan yang dicurahkan ke dalam hati ereka dengan mengutus Roh Kudus, Gereja mula-mula sibuk untuk memenuhi kebutuhan mereka yang benar-benar kekurangan. Sebagaimana dua kutipan Alkitab di bawah ini tunjukkan, apabila ada kekuarangan di antara sudara-suadara, saudara-saudara memberikan lebih untuk menutupi kekurangan itu, perlu dicatat bagaimana sunguh-sungguhnya saudara-saudara kaya untuk memperhatikan kebutuhan dari saudara-saudara yang miskin. Tidak seperti orang-orang Kristen kaya sekarang, mereka lebih senang menginvestasika kelbihan uang mereka di dalam pembinaan jiwa-jiwa anak-anak Tuhan daripada harta kekayaan dunia.

Kisah Para Rasul 2:45 ‘Menjual harta benda mereka dan milik mereka, mereka memberikan kepada siapa saja yang membutuhkan

Kisah Para Rasul 4:34 ‘Tidak ada orang yang kekurangan di antara mereka. Karena terus menerus siapa yang memiliki tanah atau rumah menjualnya, membawa uangnya dan meletakkannya di kaki para Rasul.

Setelah memperhatikan tanggung jawab orang Kristen yang kaya pada Gereja mula-mula kita dapat berkata sebagaimana tidak ada orang miskin yang berkekurangan di dalam Kerajaan Tuhan maka sebaliknya demikian juga tidak ada orang yang benar-benar kaya yang berkelebihan di dalam Kerajaan Tuhan. Tetapi dengan pasti dikatakan bahwa itu adalah kasus dimana orang Kristen yang sangat kaya akan dipaksa oleh kasih akan Tuhan yang telah dicurahkan ke dalam hati mereka untuk membagi kekayaan mereka dengan saudara-saudari Kristen mereka yang benar-benar membutuhkan. Sebagai contoh, Rasul Yohanes bertanya bagaimana seseorang yang kaya, dan mengakui dirinya sebagai orang Kristen, tidak membagi kekayaan mereka dengan saudara yang miskin apabila ada kesempatan.

1 Yoh 3:17 ‘Jika ada seseorang yang memiliki harta kekayaan dan melihat saudaranya membuthkan tetapi tidak mempedulikannya, bagaimana mungkin ada kasih Tuhan di dalam orang itu’.

Sangat jelas, setiap orang dalam Kerajaan Tuhan tidak akan pernah secara pasti menerima penghasilan yang sama dan Yesus sendiri mengajarkan bahwa yang diberkati adalah yang tergantung pada iman yang penuh (Matius 25:10-30). Bagaimanapun, sementara terdapat kesenjangan yang luar biasa antara yang kaya dan miskin di dunia ini hal ini tidak boleh terjadi dalam Kerajaan Tuhan dan mereka yang ada dalam Kerajaan Tuhan ada dalam lingkungan yang mengasihi saudara dan jaminan keuangan. Gagasan tentang Kerajaan Tuhan membawa ke pada keseimbangan, dan jauh dari jurang kekayaang yang ekstrim, di iluminasikan oleh Paulus dalam ajaran besarnya tentang uang dalam 2 Korintus pasal 8 & 9.

Paul berargumentasi dengan orang Korintus bahwa dengan membantu orang-orang Kudus yang kekurangan di Jerusalem dengan membagi kekayaan mereka, suatu hari nanti orang-orang kudus di Jerusalem akan kembali dengan sukacita sehingga melahirkan suatu kata yang perlu dicatat sebagai “keseimbangan” digunakan dua kali.

2 Korintus 8:13 ‘Kehendaku adalah bukan supaya yang lain dikenyangkan oleh kelaparan kamu, tetapi supaya ada keseimbangan. Sekarangn ini kelebihan kamu akan mencukupi kekurangan mereka, sehingga pada gilirannya kelebihan mereka akan mencukupi kekurangan kamu. Sehingga akan ada keseimbangan’

Memikirkan diri sendiri, sifat keras hati dari manusia yang jatuh telah mengakibatkan masalah kekayaan yang ekstrim yang merupakan skandal yang menumbuhkan kemiskinan moral manusia. Di samping semua system politik yang mencoba untuk menghilangkan keekstriman ini, mereka telah semuanya gagal, karena mereka tidak akan mampu mengubah sifat manusia yang memikirkan diri sendiri. Hanya kasih Tuhan yang ditaburkan dalam hati manusia yang akan memulia untuk melihaat suatu keseimbangan yang lebih besar dari kekayaan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s