Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Jemaat Ungaran

Seri PPA (Pendalaman dan Praktek Alkitab) 003. Tuhan yang Berkelimpahan dalam Perjanjian Baru

  1. Tuhan yang Berkelimpahan dalam Perjanjian Baru

NFTSO003

Buka dan baca dengan bersuara Alkitab Anda 2 Korintus 8:9

Hafalkan ayat ini: 3 Yoh 2 ‘Saya berdoa supaya engkau menikmati kesehatan yang baik dan semua berjalan baik, bahkan jiwamu juga dalam keadaan baik’

Diskusikan ini: Dalam hal apa Yesus menjadi miskin, dan dalam hal apa membuat kita kaya

Lakukan sebelum pertemuan berikutnya Tuliskan bagian mana dalam hidup anda membutuhkan berkat Tuhan dan doakanlah.

Tugas Tertulis Diploma Tuliskan dalam satu halaman semua alasan dari Perjanjian Baru yang menyatakan Tuhan menghendaki Anda. (Jangan khawatir bila anda tidak dapat menuliskannya penuh sehalaman)

Renungkan kata demi kata ayat ini: Filipi 4:19

Kita pindah ke buku Kisah Para Rasul, kita melihat model orang percaya yang dikehendaki Tuhan bagaimana caranya mereka hidup – bukannya Yesus memberikan kebutuhan tiap orang secara langsung, melainkan orang percaya itulah yang menjadi tangan dan kaki Yesus untuk menyediakan kebutuhan bagi orang percaya yang lainnya. Dalam dua kutipan Alkitab berikut kita akan melihat kemenangan komunitas Masyarakat yang sepenuhnya berserah diri akan kasih Tuhan Yesus – katakanlah bahwa tidak ada orang miskin yang berkekurangan di antara mereka.

Kisah Para RAsul 2:45  “Semua orang percaya bersama dan mempunyai semua yang dibutuhkan. Menjual harta dan milik mereka, memberikan kepada siapa saja yang membutuhkan’

Kisah Para Rasul 4:34,’Tidak ada orang berkekurangan di antara mereka. Dari waktu ke waktu siapa yang mempunyai tanah atau rumah menjualnya, membawa uang hasil penjualan itu dan menyerahkannya di ‘kaki’ Para Rasul, dan itu semua dibagikan kepada orang yang membutuhkan’

Ketaatan kepada suara Roh Kudus seperti ini dapat ditemukan kembali dalam Kisah Para Rasul 11:29 dimana begitu suatu kebutuhan diketahui, murid-murid dalam kebersamaan memberikan orang yang membutuhkan itu berupa uang – masing-masing sesuai dengan kemampuannya (jika seandainya saja Gereja-gereja Barat melakukan hal itu sekarang ketika mereka mendengar tentang saudara Kristen di bagian dunia yang lain yang mengalami kekurangan).

Rujukan utama terakhir tentang uang di dalam kitab Kisah Para Rasul merupakan kitab yang sangat istimewa, yaitu ucapan Yesus yang tidak tercatat dalam Injil tetapi terdapat dalam Kisah Para Rasul 20:35 yang berkata, ‘Adalah lebih diberkati memberi daripada menerima’. Implisit dalam pernyataan ini adalah bahwa Yesus yang sama yang menghendaki para pengikutnya berpindah dari seorang yang menerima menjadi seorang pemberi akan menguatkan dan memberikan mereka anugerah dan kemampuan untuk melakukannya.

Bergerak dari Kisah Para Rasul ke dalam Surat-Surat Kiriman Rasul, Rasul Paulus memberikan pandangan yang luar biasa ke dalam Perjanjian Baru tentang tujuan uang dan petunjuk bagi pengikut Yesus dalam melakukan sesuatu yang berhubungan dengan uang. Dalam Roma Pasal 12 sebagaimana pemberian karunia seperti nubuat, mengajar dan memimpin kepada Gereja, Juruselamat yang bangkit juga telah komit untuk memberikan karunia memberi kepada Gereja yang perlu diajarkan, dikhotbahkan, dijalankan dan dipergunakan sedemikian sama seperti karunia-karunia rohani yang telah diberikan kepada gereja.

IDalam Roma 10:32 Paulus memberikan argumentasi bahwa jika Bapa telah memberikan Yesus, akankah Dia tidak memberikan yang lain juga kepada kita – apakah tidak ada alasan menyatakan bahwa uang termasuk dalam “yang lain juga” yang akan diberikan Bapa kepada kita?. Malahan, jika Bapa telah bersedia memberikan kepada kita pengorbanan terakhir dari PutraNya kepada kita, betapa besar keinginannya supaya kita menjadi sejahtera sehingga kita dapat bekerjasama dengan Dia untuk mewujudkan segala rencanaNya di bumi ini.

Selanjutnya kita akan berpindah ke 2 Korintus Pasal 8-9 kita akan melihat secara lengkap tentang perlakuan terhadap uang yang tertulis di berbagai tempat dalam Alkitab – bukannya supaya setiap orang berusaha merohanikan tentang kebenaran yang diajarkan oleh Paulus – semua pembahasan ini sehubungan dengan kekayaan dan kesejahteraab material – bukan kekayaan rohani, (walaupun dalam kitab Efesus Paulus mengajarkan tentang masalah ini). Kutipan Alkitab di bawah ini dengan jelas kembali menghubungkan kepada kita tentang keinginan besar dari Bapa membawa kekayaan dan kesejahteraan kepada umatNya – barangkali inilah yang dapat kita bagikan dengan orang lain.

2 Kor. 8:9   Supaya engkau mengetahui anugerah tuhan Kita Yesus Kristus, bahwa walaupun Dia kaya, demi untuk kepentingan kamu Dia menjadi miskin, sehingga dengan demikian melalui kemiskinannya itu kamu dapat menjadi kaya.

2 Kor. 9:8   Dan Tuhan dapat membuat semua anugerah berlimpah atas kamu, sehingga dalam segala sesuatu sepanjang waktu, kami memiliki semua yang kamu butuhkan, kamu berlimpah dalam setiap pekerjaan baik.

2 Kor. 9:11 Kamu nakan dibuat kaya dalam setiap cara sehingga kamu dapat menghasilkan dalam setiap usaha.

Masih ada tiga pembahasan utama tentang uang dalam surat-surat Paulus, semuanya memberikan kesimpulan yang sama bahwa hati Tuhan Bapa bermaksud supaya umatnya kaya dan sejahtera. Galatia 6:6-10 mendorong kita supaya memberi uang kepada tempat yang memberi kita makanan rohani dan dijanjikan bahwa jika kita tekun dalam pemberian kita dan memperlihatkan bahwa menyenangkan bagi Roh maka kita akan menuai dan panen dalam waktu yang baik. Dalam Filipi 4:10-20, Paulus memerintah orang-orang Filipi dalam kemitraan keuangan bersama dia dalam Injil. Sebagai hasil karena mereka rajin menabur secara keuangan, Paulus mendorong mereka melakukannya, ‘Allahku akan memenuhi semua kebutuhanmu berdasarkan kekayaan kemulianNya di dalam Yesus Kristus’.

Setelah memberikan peringatan keras atas keburukan kepada Timotius dalam 1 Timotius 6 atentang bahaya uang, Paulus mendorongnya untuk memerintahkan kepada orang-orang kaya supaya tidak memandang kepada harta kekayaan mereka tetapi “Meletakkan harapan mereka pada Tuhan, yang dengan kekayaannya melengkapi kebutuhan kita dengan segala sesuatu untuk kita nikmati’

Bergerak maju ke akhir dari Alkitab kita menemukan doa yang sangat jelas dan sungguh-sungguh oleh Yohanes, Rasul Kasih dalam 3 Yoh 2 bahwa kita akan menikmati kesehatan yang baik, keberhasilan dan kekayaan dalam semua bidang kehidupan kita. Karena Roh Kudus yang mengilhami Alkitab, Dia juga mengilhami doa itu, yang berarti bahwa itu adalah memang kehendak dari Tuhan (Roma 8:27) – jadi dengan sangat yakin kita dapat berkata bahwa kehendak Tuhan adalah supaya kita kaya dan sejahtera dalam semua bidang kehidupan kita.

Terakhir, dalam pandangan saya tentang usia dan melalui Alkitab kita datang kepada kitab terakhir Alkitab yang menjelaskan tentang warisan harta kekayaan yang telah disediakan oleh Tuhan kepada siapa yang telah mengikuti Dia. Wahyu 21:15-21 memperlihatkan kelimpahan yang dinikmati sendiri oleh Tuhan dan dengan senang hati dibagi dengan umatNya – demikian, seperti yang telah kita lihat dari Kejadian hingga Wahyu, kita tidak perlu menunggu hingga sampai di surga supaya kita dapat memasuki ke dalam warisan kita – Tuhan menghendaki supaya kita mengetahuinya di sini dan sekarang – akankah kita tidak masuk ke dalamnya?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s