Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Jemaat Ungaran

Rangkaian Pesona Sabda

MEMPERTAHANKAN KOBARAN CINTA

2Korintus 11:23-28

Oleh: Pdt. Eddy Zakaria, Gembala Sidang GPSDI Madiun

Sejak pertama mengenal Kristus, Rasul Paulus memiliki hidup yang terus menerus dibakar oleh api cinta kepada Tuhan Yesus Kristus. Kobaran cinta kepada Tuhan Yesus dan gerejaNya tidak bisa padam oleh aniaya, kekurangan, kesulitan, dan marabahaya. Rasul Paulus konsisten menjaga agar api cinta kepada Tuhan Yesus terus berkobar menggairahkan hidupnya setiap waktu.

Apa rahasianya sehingga Rasul Paulus tetap bisa mempertahankan kobaran cintanya kepad Tuhan Yesus?

 

YAKIN BAHWA SURGA ITU ADA, 2Korintus 12:2-4

Dengan penuh kerendahan hati Rasul Paulus menceritakan bahwa dirinya pernah diangkat Tuhan ke surga tingkat ke-tiga. Rasul Paulus sangat kuat keyakinannya bahwa surga itu sungguh-sungguh ada.

Jerih lelah untuk Tuhan dan gerejanya pasti tidak akan sia-sia, 1Korintus 15:58

Keyakinan bila surga itu ada memberi dampak nyata kepada sikap dan perilaku kita. Oleh karena keyakinan yang kuat bahwa surga itu ada, itulah sebabnya Rasul Paulus memiliki kerelaan mengalami berbagai macam kesulitan dan penderitaan.

Yakin bahwa semua penderitaan yang dialami tidak sebanding dengan kemualian Tuhan yang disediakan, 2Korintus 4:16-17

Keyakinan bahwa surga itu benar-benar ada bukan hanya memperi kepastian bahwa semua jerih-lelah tidak akan sia-sia. Lebih dari itu, keyakinan bahwan surga itu benar-benar ada akan memberi kepastian bahwa tidak ada apapun yang sebanding dengan surga yang disediakan Tuhan Yesus bagi kita.

Pengharapan akan surga menjadi penawar semua penderitaan, 2Korintus 5:2-4; Roma 8:23

Orang masuk surga karena percaya surga itu ada. Orang masuk neraka oleh karena percaya bahwa neraka itu tidak ada. Hati yang merindukan surga akan menjadi hati yang selalu dikuatkan meskipun harus memikul beban yang tak terkatakan.

 

MEMANDANG BAWAH CINTA ITU SANGAT BERHARGA, 2Korintus 12:9

Rasul Paulus menyebut cinta Allah kepada dirinya sebagai “kasih karunia”. Ini menunjukkan bahwa Rasul Paulus sangat menghargai cinta Allah yang dinyatakan kepada dirinya.

Hanya mereka yang mau memandang bahwa cinta itu sangat berharga yang bisa mempertahankan kobaran api cinta tetap menyala penuh gairah.

 

MENGELOLA KELEMAHAN MENJADI KEKUATAN, 2Korintus 12:10

Kelemahan itu bukan dosa. Yang berdosa adalah hidup menuruti kelemahan. Tidak selamanya kelemahan hanya bisa menjadi kelemahan. Tetapi kelemahan bila dikelola dengan baik akan berubah menjadi kekuatan yang ajaib. Itulah sebabnya Rasul Paulus lebih suka tinggal dalam kelemahan dirinya. Bagaimana caranya?

Akui dan terimalah kelemahan diri anda.

Carilah cara untuk mengatasi kelemahan tersebut.

Pengetahuan dan ketrampilan mengatasi kelemahan tersebut akan menjadi aset dan nilai diri anda yang berharga.

Kelemahan diri menyadarkan nilai kasih karunia Allah yang luar biasa. Dan ini akan membuat kebergantungan dan cinta kita kepada Tuhan semakin menyala-nyala.

 

HUMOR: CINTA BUJANG LAPUK

Dewi memberitahu Papa dan Mama-nya kalau Ujang pacarnya mau wakuncar (waktu kunjung pacar). Ia meminta supaya Papa dan Mamanya bersembunyi di kamar dan tidak boleh mengintip supaya Dewi tidak malu.

Setelah Ujang pulang, Papa dan Mama dipanggil keluar.

Mama  : Dewi pacarmu sudah kakek-kakek ya…!

Dewi   : Wah… berarti Mama mengintip ya…!

Mama  : Enggak, kok! Bener!!

Dewi   : Kok Mama bisa tahu?

Mama  : Habis, bau balsemnya  semerbak tercium sampai ke kamar.

 

SEHIDUP SEMATI

Di hari Valentine si Joni ngegombal sama si Tutik.

Joni      : Sayang… aku cinta padamu. Cintaku padamu sehidup semati.

Tutik    : (tiba-tiba menangis tersedu-sedu) Kamu kok tega… mengatakan seperti itu padaku.

Joni kaget setengah mati, dia pikir si Tutik bakal klepek-klepek mendengar rayuannya. Tetapi ternyata kok malah menangis meraung-raung.

Joni      : Kamu kok menangis?

Tutik    : Habis kamu mengatakan kalau kamu cinta sehidup semati. Kamu tahu, arti kata awalan “se” itu berarti “satu”. Kalau sehidup semati, berarti yang satu hidup dan yang satu mati. Apa kamu penginnya kamu hidup lalau aku mati?

Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

1Korintus 13:7

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s