Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Jemaat Ungaran

Archive for February, 2011

Rahasia S-U-K-S-E-S = Percaya!

Apakah sukses itu? untuk sebagian orang mungkin sukses dapat diartikan sebagaimana motto “Muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga”.  Apakah benar demikian? Bagaimana semestinya? Apakah sukses berarti semata-mata kekayaan yang melimpah? Atau hanya foya-foya di dunia? Apakah bahagia sejati bisa diperoleh hanya dengan limpahan harta?

Sukses yang sejati hanya bisa diperoleh jika Tuhan berkenan memberikannya. Sukses yang dari Tuhan itu adalah sukses dalam hidup sekarang dan dalam kekekalan nanti. Sukses bagi tubuh, jiwa dan roh.

Mungkinkah itu? Ya. Firman Tuhan yang dapat kita pedomani dan patut kita renungkan dalam upaya mencapai sukses (yang sebenarnya sudah tersedia untuk anak-anak Tuhan) dalam 7 langkah terdiri dari 6 tindakan (nomor 1 sampai 6) dan 1 sikap iman (nomor 7) sebagai berikut :

1.  Serahkan segala rencana dan mintalah pada Tuhan lewat doa.

Amsal 16:3 : Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

2.  Usahakan dengan tekun dan tabah.

II Tawarikh 15:7 : Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”

3.  Korban syukur diserahkan pada Allah.

Ibrani 13:15-16 : Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Ulangan 15:10 : Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu.

4.  Sukacita dalam mengerjakan.

Roma 14:17 : Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Pengkhotbah 5:18 : Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya — juga itu pun karunia Allah.

5.  Emas-perak bukan yang terutama.

Zefanya 1:18 : Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.

Amsal 16:16 : Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak. (tentang hikmat dan pengertian lihat Ayub 28:28)

6.  Syukuri hasil yang diperoleh.

Mazmur 118:21 : Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Efesus 5:20 : Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

 

7.  = Percaya bahwa segala sesuatu yang telah dan akan diberikan, adalah yang terbaik dari Allah !

Markus 11:24 : Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Matius 21:21 : Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.

I Yohanes 5:14 : Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

Markus 5:36 : Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”

Ungaran, 12 Juli 2005

Mos F


Rangkaian Pesona Sabda

MEMPERTAHANKAN KOBARAN CINTA

2Korintus 11:23-28

Oleh: Pdt. Eddy Zakaria, Gembala Sidang GPSDI Madiun

Sejak pertama mengenal Kristus, Rasul Paulus memiliki hidup yang terus menerus dibakar oleh api cinta kepada Tuhan Yesus Kristus. Kobaran cinta kepada Tuhan Yesus dan gerejaNya tidak bisa padam oleh aniaya, kekurangan, kesulitan, dan marabahaya. Rasul Paulus konsisten menjaga agar api cinta kepada Tuhan Yesus terus berkobar menggairahkan hidupnya setiap waktu.

Apa rahasianya sehingga Rasul Paulus tetap bisa mempertahankan kobaran cintanya kepad Tuhan Yesus?

 

YAKIN BAHWA SURGA ITU ADA, 2Korintus 12:2-4

Dengan penuh kerendahan hati Rasul Paulus menceritakan bahwa dirinya pernah diangkat Tuhan ke surga tingkat ke-tiga. Rasul Paulus sangat kuat keyakinannya bahwa surga itu sungguh-sungguh ada.

Jerih lelah untuk Tuhan dan gerejanya pasti tidak akan sia-sia, 1Korintus 15:58

Keyakinan bila surga itu ada memberi dampak nyata kepada sikap dan perilaku kita. Oleh karena keyakinan yang kuat bahwa surga itu ada, itulah sebabnya Rasul Paulus memiliki kerelaan mengalami berbagai macam kesulitan dan penderitaan.

Yakin bahwa semua penderitaan yang dialami tidak sebanding dengan kemualian Tuhan yang disediakan, 2Korintus 4:16-17

Keyakinan bahwa surga itu benar-benar ada bukan hanya memperi kepastian bahwa semua jerih-lelah tidak akan sia-sia. Lebih dari itu, keyakinan bahwan surga itu benar-benar ada akan memberi kepastian bahwa tidak ada apapun yang sebanding dengan surga yang disediakan Tuhan Yesus bagi kita.

Pengharapan akan surga menjadi penawar semua penderitaan, 2Korintus 5:2-4; Roma 8:23

Orang masuk surga karena percaya surga itu ada. Orang masuk neraka oleh karena percaya bahwa neraka itu tidak ada. Hati yang merindukan surga akan menjadi hati yang selalu dikuatkan meskipun harus memikul beban yang tak terkatakan.

 

MEMANDANG BAWAH CINTA ITU SANGAT BERHARGA, 2Korintus 12:9

Rasul Paulus menyebut cinta Allah kepada dirinya sebagai “kasih karunia”. Ini menunjukkan bahwa Rasul Paulus sangat menghargai cinta Allah yang dinyatakan kepada dirinya.

Hanya mereka yang mau memandang bahwa cinta itu sangat berharga yang bisa mempertahankan kobaran api cinta tetap menyala penuh gairah.

 

MENGELOLA KELEMAHAN MENJADI KEKUATAN, 2Korintus 12:10

Kelemahan itu bukan dosa. Yang berdosa adalah hidup menuruti kelemahan. Tidak selamanya kelemahan hanya bisa menjadi kelemahan. Tetapi kelemahan bila dikelola dengan baik akan berubah menjadi kekuatan yang ajaib. Itulah sebabnya Rasul Paulus lebih suka tinggal dalam kelemahan dirinya. Bagaimana caranya?

Akui dan terimalah kelemahan diri anda.

Carilah cara untuk mengatasi kelemahan tersebut.

Pengetahuan dan ketrampilan mengatasi kelemahan tersebut akan menjadi aset dan nilai diri anda yang berharga.

Kelemahan diri menyadarkan nilai kasih karunia Allah yang luar biasa. Dan ini akan membuat kebergantungan dan cinta kita kepada Tuhan semakin menyala-nyala.

 

HUMOR: CINTA BUJANG LAPUK

Dewi memberitahu Papa dan Mama-nya kalau Ujang pacarnya mau wakuncar (waktu kunjung pacar). Ia meminta supaya Papa dan Mamanya bersembunyi di kamar dan tidak boleh mengintip supaya Dewi tidak malu.

Setelah Ujang pulang, Papa dan Mama dipanggil keluar.

Mama  : Dewi pacarmu sudah kakek-kakek ya…!

Dewi   : Wah… berarti Mama mengintip ya…!

Mama  : Enggak, kok! Bener!!

Dewi   : Kok Mama bisa tahu?

Mama  : Habis, bau balsemnya  semerbak tercium sampai ke kamar.

 

SEHIDUP SEMATI

Di hari Valentine si Joni ngegombal sama si Tutik.

Joni      : Sayang… aku cinta padamu. Cintaku padamu sehidup semati.

Tutik    : (tiba-tiba menangis tersedu-sedu) Kamu kok tega… mengatakan seperti itu padaku.

Joni kaget setengah mati, dia pikir si Tutik bakal klepek-klepek mendengar rayuannya. Tetapi ternyata kok malah menangis meraung-raung.

Joni      : Kamu kok menangis?

Tutik    : Habis kamu mengatakan kalau kamu cinta sehidup semati. Kamu tahu, arti kata awalan “se” itu berarti “satu”. Kalau sehidup semati, berarti yang satu hidup dan yang satu mati. Apa kamu penginnya kamu hidup lalau aku mati?

Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

1Korintus 13:7

 


Kasih VS Donasi, Sebuah Perenungan

Yohanes 3:16

Semua orang sangat familiar dengan kata “Kasih”, Tetapi sayangnya tidak setiap orang mengerti dengan benar makna kata kasih. Secara umum orang memaknai kasih adalah sama dengan memberi. Contoh sederhana bila kita melihat seseorang mengalami kesusahan, maka orang yang memberi pertolongan disebut orang yang telah menyatakan kasih. Apakah makna kasih sesederhana itu? Untuk menjawabnya marilah kita tampilkan suatu kata lain seperti yang ada dijudul renungan ini yaitu kata “Donasi”.  Saya yakin kalau anda sering menonton TV akhir-akhir ini, maka kata ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Terlebih dengan sering terjadinya bencana yang datang secara beruntun, maka stasiun televisi termasuk para sponsor programnya selalu mencantumkan menghimbau para pemirsanya untuk memberikan donasi dalam rangka meringankan penderitaan bagi para korban bencana. Tentu saja kegiatan solidaritas ini sangat positip dan berfaedah. Pertanyaannya adalah : Apakah memberikan donasi sama dengan makna kasih yang sesungguhnya? Jawabnya tentu saja tidak! Lalu apa makna kasih itu? Dimanakah kita dapatkan arti kata makna kasih itu? Apakah dapat kita peroleh dari ilmu bahasa untuk mencari arti terminology kata kasih itu?

Dalam teks bacaan kita Yohanes 3:16 tertulis: “Karena demikian besar kasih Allah akan dunia ini sehingga diberikannya AnakNya yang tunggal, supaya barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Apakah Kasih yang dikatakan Injil Yohanes sama dengan makna kasih yang diajarkan manusia? Jika kita memperhatikan secara teliti isi ayat ini tidak ditulis kata kasih saja, tetapi ditulis 2 kata yang tidak terpisah yaitu “Kasih Allah”. Dengan demikian tentu saja jauh berbeda antara Kasih Allah dengan kasih versi manusia. Apa perbedaannya? Memang makna dari versi Allah dengan makna dari versi manusia dua-duanya ada kata memberi, tetapi tetap saja ada perbedaannya. Apa perbedaannya? Perbedaannya ternyata dari motif/pemberiannya. Seperti kita ketahui bahwa Allah adalah “ Kasih “ (I Yohanes 4:8),  namun kasih itu telah diejawantahkan/diwujudkan dalam diri AnakNya Tuhan Yesus Kristus. Nah dari titik ini barulah kita bisa melihat perbedaan antara kasih milik Allah dengan kasih milik manusia. Kasih menurut versi manusia tidak lepas dari motifnya dan status social yang disandangnya. Kasih yang dinyatakan oleh pemimpin agama dan umat beragama adalah kasih yang didasarkan pada norma-norma agama/spritualitas/kerohanian/religiusitasnya. Bagi para pengusaha/majikan tentu kasih yang ditunjukkan didasarkan sama-sama untung (take and give ), sedangkan bagi para donatur (dermawan)/ dan yayasan yang dibentuknya tentunya didasarkan pada motif social. Apakah Kasih milik Allah memiliki motif yang sama seperti itu? Sama sekali tidak!! Kasih Allah adalah kasih yang tidak dimiliki manusia, hanya dimiliki oleh AnakNya yang tunggal yakni Tuhan Yesus Kristus. Jadi suatu kebohongan besar bila seseorang mengatakan ia memiliki kasih Allah walaupun ia rajin memberikan sumbangan (donasi), rajin melakukan kegiatan keagamaan, kegiatan social, karena Kasih Allah (Pemberian Allah)  tidak sama dengan motif-motif yang dilakukan manusia. Kasih Allah adalah Kasih tanpa pamrih/tanpa motif dan sama sekali tidak dimiliki manusia. Cuma ada satu cara kata Rasul Yohanes dalam surat kirimannya,  yaitu menyatunya kita dengan Tuhan Yesus Kristus sipemilik kasih Allah. Kemanunggalan kita dengan Tuhan Yesus Kristus akan merefleksikan Kasih Allah tersalur dari diri kita. Lalu apa yang membedakan kasih versi manusia dengan Kasih Allah? Tadi sudah dijelaskan bahwa kasih Allah adalah kasih yang memberi tanpa pamrih/tanpa motif, Kasih yang mau menyelamatkan meskipun Ia harus kehilangan nyawa, yaitu pemberian yang melekat dengan pengorbanan. Kasih manusia tidak ada yang seperti itu. Kasih manusia lebih banyak pada batasan simpati,  tetapi Kasih Allah lebih dalam dari itu Allah berempati kepada orang-orang miskin/hina, dengan jalan mempersembahkan diriNya sendiri (Persembahan 100%, bukan 10%). Dalam kisah janda miskin yang mempersembahkan persembahannya yang  mungkin berkisar sekitar Rp 1000,- sedangkan orang-orang kaya memberikan  yang mungkin jutaan rupiah, secara kasat mata tentu orang menilai orang-orang kaya itu yang ibadahnya diterima Tuhan. Ternyata orang keliru, ternyata Tuhan Yesus berkenan terhadap pemberian janda miskin, bahkan Tuhan Yesus memujinya dengan mengatakan bahwa janda miskin memberi lebih banyak dari orang kaya itu. Tuhan Yesus tidak membutuhkan kasih versi manusia dalam bentuk donasi. Janda miskin memberi dari kekurangannya/kemiskinannya, bahkan Tuhan Yesus mengatakan bahwa janda miskin ini memberikan seluruh nafkahnya. (Seluruh miliknya 100%).

Kasih Allah adalah kasih yang dilandasi oleh pengorbanan. Lalu Pengorbanan untuk apa? Mungkin orang mau berkorban disuruh apapun untuk meraih kesuksesan, kekayaan, kepintaran, atau melindungi keluarga yang kita kasihi, Semua itu masih dalam lingkaran diri kita/ego kita. Tetapi adakah orang yang mau berkorban bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi berkorban untuk orang lain bahkan untuk musuh kita? Untuk sahabatnya mungkin orang mau berkorban, tetapi tindakan Kasih Allah adalah diluar jangkauan pemikiran kita, Ia berkorban, mati justru untuk musuhNya. Bukankah Alkitab mengatakan ketika manusia berdosa maka manusia menjadi seteru/musuh Allah. Tak ada satu orangpun yang dapat mendamaikannya, kecuali Allah didalam kasihNya melalui AnakNya Tuhan Yesus Kristus. Pengorbanan Allah dilandasi oleh kebenaran/keadilan Allah. Keadilan Allah tidak sama dengan keadilan dunia ini.  Keadilan Allah dilandasi oleh kasihNya laksana seorang Ayah terhadap anak-anaknya. Kasih yang mau memberi dan kasih yang mau berkorban. Lalu apa perbedaan antara keadilan Allah dengan keadilan dunia? Tentu berbeda. Keadilan dunia tetap membedakan status/hirarki seseorang. Sedangkan keadilan Allah didasarkan pada kebenarannya bahwa semua manusia telah berdosa, tidak ada perbedaan di mata Allah. Apa arti tidak ada perbedaan? Berarti kita semua ini harusnya memiliki persamaan hak setelah kita dipulihkan dan diselamatkan oleh Kristus. Oleh sebab itu perintah baru yang diberikan Yesus menggantikan perintah agama yaitu “Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri”.

Oleh: Ev. Andereas D.


Tempat Doa Getsemani, Ungaran

Beruntungnya kami yang tinggal di Ungaran dan sekitarnya karena diberkati dengan sebuah tempat doa yang indah dan nyaman, Tempat Doa Getsemani, atau biasa juga disebut warga sekitar Ungaran dengan Bukit Doa Taman Getsemani.

Bagi yang pernah mengunjunginya, pastinya ada pengalaman rohani dengan taman yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini. Beberapa rekan hamba Tuhan yang kini sudah berada di berbagai daerah sering mengisahkan pengalaman pribadinya yang mengesankan ketika di waktu lampau berdoa di Taman Getsemani. Ketika mereka tahu saya berasal dari Ungaran, kisah pengalaman rohani mereka pun mengalir. Menambah dalam kesan saya tentang keberadaan Taman Doa Getsemani. Bagi yang belum, kami akan tampilkan beberapa foto untuk Anda.

Gerbang masuk Tempat Doa Getsemani, Ungaran

Gerbang masuk Tempat Doa Getsemani, Ungaran

Saat akan memasuki tempat doa, para pengunjung wajib melapor ke Pos Penerima, tepat di sisi gerbang masuk. Kita diminta mengisi buku tamu dengan data diri dan tujuan. Sekilas saya lihat banyak juga pengunjung dari luar kota. Bukan hanya sekitar Semarang atau Jawa Tengah, tapi juga Jakarta dan bahkan dariluar pulau Jawa.

Sebelum mengunjungi tempat ini, saya pikir lebih baik berdoa di ruang khusus doa gereja kami saja, namun pada hari tertentu kalau bersamaan dengan jadual latihan musik atau ibadah pemusatan hati untuk berdoa agak terganggu juga. Akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi Taman Getsemani. Sebagai sebuah tempat khusus untuk berdoa, tentunya tempat ini dirancang dan dilengkapi fasilitas yang benar-benar nyaman untuk para pendoa.

Jalan Setapak ke Gua Doa

Jalan Setapak ke Gua Doa

 

Ketika berjalan menuju fasilitas Gua Doa Pribadi saya melintasi taman yang tertata rapi, asri dan segar. Ditambah iklim Ungaran yang dingin, ketenangan lingkungan tempat doa seluas lebih dari 3 (tiga) hektar ini kian menyejukkan hati.

Bagian Depan Gua Doa

Bagian Depan Gua Doa

 

Fasilitas doa di Taman Getsemani bukan hanya Gua Doa Pribadi, masih ada beberapa tempat lain untuk pujian dan penyembahan, perpustakaan, toko buku, penginapan, menara doa, dll. Namun sesuai tujuan kali ini, saya memilih gua doa pribadi. Di tempat berukuran sekitar 1m X 2,5m ini, kita bisa berdoa tanpa gangguan dan benar-benar memusatkan perhatian kepada Tuhan.

Bagian Dalam Gua Doa

Bagian Dalam Gua Doa

Di dalam Gua Doa Pribadi terdapat lampu baca, meja kecil dan alas duduk. Dengan dukungan suasana lingkungan yang baik, suasana hati untuk berdoa pun terasa nyaman.

Bukan hanya untuk pengalaman rohani pribadi, jika mengajak keluarga pun, saya yakin akan menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak kita.

Bagi Saudara-saudara yang tertarik mengunjungi Taman Bukit Doa Getsemani, bisa mendapatkan informasi selengkapnya di (silakan klik):

http://www.bukitdoagetsemani.blogspot.com/

atau menghubungi:

Jl. Sindoro I no. 13 Ungaran 50517
Jawa Tengah – Indonesia
Ph. 62-24 6922003
Fax. 62-24 6922004
Email : tamangetsemani@yahoo.com

Terimakasih kami sampaikan kepada Pendiri dan Pengelola Taman Getsemani, Tuhan Yesus memberkati.

MosF/ Admin, Pebruari 2011

 

 


Tergantung …. di tangan siapa?

Paling baik, berada di tangan Tuhan Yesus

Paling baik: berada di tangan Tuhan Yesus

 

Bola basket di tangan kita hanya bernilai $ 19

Bola basket di tangan Michael Jordan bernilai $ 33 juta

Raket tenis di tanganku tak ada nilainya

Raket tenis di tangan Pete Sampras senilai kejuaraan Wimbledon

Sebuah tongkat di tanganku hanya dapat mengusir seekor anjing

Sebuah tongkat di tangan Musa dapat membelah laut

Sebuah ketapel di tangan anak-anak hanyalah sebuah mainan

Sebuah ketapel di tangan Daud menjadi senjata yang dahsyat

Sebuah paku di tanganku hanya menghasilkan rumah burung

Sebuah paku di tangan Yesus, memberikan keselamatan besar.

Apapun itu, sekecil  apapun nilainya bukan tergantung pada barang/benda apa itu, tapi tergantung dari .. ada di tangan siapa benda tersebut!

Sekarang …… ada di tangan siapakah hidup kita ?

Kiriman dari : ibu Santi


Tribute to Rev. Mr. & Mrs. White (Indonesian UPCI Missionaries 1938, Founder of UPC Indonesia/ GPSDI)

Tribute to Mr. & Mrs. White, Indonesian UPCI First Mission 1938

(Founder of UPC Indonesia/ GPSDI)

Bapak & Ibu Pdt. White

 

Crossing over seas and continents

coming to the archipelago to make every endeavor

based on faith & commitment

bringing seeds & fire of Holy Saviour

 

Building, spreading, suffering, fighting

strengthened by greatness of Holy Power

smiling, teaching, praising, worshipping

empathy through tears & neverending prayer

 

Conquering with fire of love & seeds of charity

Now we, just keep & maintain to harvest

Put all, give all for the one and only great Almighty

Thanks to Jesus for you & your heroes, you’re all the best!

 

Tribute to Mr. & Mrs. White

Tribute to Mr. & Mrs. White

Penghargaan untuk Bapak & Ibu Pdt. White (Misionaris UPCI Pertama di Indonesia, 1938, Pendiri GPSDI)

 

Lintasi pulau dan benua

berbekal iman dan hati

curahkan doa dan air mata

saksi tindakan dan saksi nyata

 

Datang ke nusantara

membawa benih sesawi

hidup tumbuh subur dan nyata

selamatkan raga jiwa dan rohani

 

Serahkan hidup untuk sebuah bangsa

relakan jiwa raga demi satu misi

kian tua kian menyala-nyala

api Kristus bagi selamatnya negeri

 

Sukarela dalam sukacita

damai sejahtera dari satu janji

landasannya hanya iman percaya

janji Yesus pasti ditepati

 

Mr. & Mrs. White, inilah kami

lewat juangmu api dan benih Kristus kami terima

ucapan syukur bagi Yesus & terimakasih dari dasar hati

bagi laskar Kristus, barisan penebar cinta

 

Mr. & Mrs. White, inilah kami

kiranya Tuhan menolong kita semua

berjuang menjaga benih dan nyala api misi

berdoa dan terus bekerja

 

Indonesian First UPC 1938 Missionaries, UPC Indonesia/ GPSDI Founder

Indonesian First UPC 1938 Missionaries, UPC Indonesia/ GPSDI Founder


NASIHAT UNTUK PEREMPUAN

NASEHAT UNTUK PEREMPUAN

Untuk membentuk bibir yang menawan,   naikkan syukur senantiasa & ucapkan kata-kata kebaikan

Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang engkau jumpai

Untuk mendapatkan bentuk badan yang indah, berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan

Untuk mendapat rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari

Untuk mendapatkan sikap tubuh yang menarik,

berjalanlah dengan segala hikmat Tuhan

Maka engkau tidak akan pernah berjalan sendirian

Manusia jauh melebihi segala ciptaan yang lain, perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali dan diampuni

Jadi jangan pernah mengucilkan seseorang dari hatimu.

Apabila engkau telah melakukan semuanya itu,

Ingatlah senantiasa, jika suatu saat engkau membutuhkan pertolongan, akan ada senantiasa tangan yang terulur

Dengan bertambahnya usiamu, engkau akan semakin bersyukur telah diberi dua tangan, satu untuk menolong dirimu sendiri & satu untuk menolong orang lain

Kecantikan seorang perempuan tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, bukan pula tubuhnya atau cara dia menyisir rambutnya.

Kecantikan seorang perempuan terletak pada matanya, cara dia memandang dunia

Karena dimatanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, dimana kasih dapat bertumbuh

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajahnya,

tetapi kecantikan yang murni, terpancar dari hatinya yang penuh kasih memberikan perhatian dan cinta

Kecantikan itu akan bertumbuh sepanjang waktu

(Materi FA Kebaktian Gabungan Kaum Wanita Wil. II Jateng,  10 Peb. 2011/ oleh Pdt. Lidya Seniwati)


YUNUS MENGINGKARI PANGGILAN TUHAN

Yunus dilempar ke laut

Yunus dilempar ke laut

HARI/ TGL : MINGGU, 6 PEBRUARI 2011

PEMBICARA : IBU GEMBALA

NATS : YUNUS 1:1-17

JUDUL : YUNUS MENGINGKARI PANGGILAN TUHAN

 

Jika kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan-pun akan mengutamakan kita. Janganlah kita mengingkari tugas dengan berbagai dalih/alasan : malu, sedang repot, ada tamu, dsb.
Yunus saat mendapat tugas bersiap melarikan diri (ayat 3), bahkan sembunyi dibagian paling bawah didalam kapal dan tidur ! Bangun pagi-pagi janganlah bermalas-malasan apalagi tidur, tetapi berdoalah. Tuhan bisa menurunkan badai dan angin ribut sampai kapal kita nyaris hancur (ayat 4) untuk mengingatkan kita. Yunus tidak memperhatikan; seringkali kita juga meremehkan Firman, jangan meremehkan Firman Tuhan apapun isinya, siapapun yang menyampaikan & bagaimanapun cara bicaranya. Karena akan ada akibatnya (Amsal 13:13), tetapi taatilah Firman itu karena juga ada balasannya.
Saat semua orang kebingungan berseru pada allahnya masing-masing, Yunus tidak perduli bahkan tertidur nyenyak (ayat 5,6)! Sampai orang-orang membuang undi kemudian mengetahui siapakah Yunus & apa yang telah diperbuatnya (pelanggarannya) yang menyebabkan badai itu terjadi. Mereka menanyakan pada Yunus, harus diapakan dia supaya badai menjadi reda ?!(ayat 7,8).
Minggu kemarin pemberita Firman Tuhan menyatakan bahwa tidak ada persatuan, mari kita buang segala kepahitan, ganjalan yang ada dalam melayani Tuhan, sehingga berkat Allah dapat mengalir turun kepada kita.
Yunus mengungkapkan siapa dirinya yang menyebabkan badai & minta dibuang kelaut supaya badai reda (ayat 12). Ketika orang-orang membuang Yunus kelaut, maka redalah badai & laut langsung menjadi tenang (ayat 14). Orang-orang menjadi takut sekali pada Tuhan, mereka mempersembahkan korban dan bernazar. Tapi….hati-hati dalam bernazar ! Jangan sampai tidak bisa menepati.
Walaupun Yunus dibuang kedalam laut, namun Tuhan tidak meninggalkan Yunus, tidak membiarkan Yunus tenggelam, Tuhan tidak meninggalkan kita. Atas penentuan Tuhan datang seekor ikan besar yang menelan Yunus (ayat 17).
Yunus berseru, berdoa memohon pengampunan dan pertolongan Tuhan (Yunus 2:2-6).
Yunus 3:6-9, raja memerintahkan semua warga Niniwe, bahkan ternak, berpuasa mohon belas kasihan Tuhan untuk tidak menghancurkan mereka. Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang penuh dengan belas kasihan, mau mengampuni kita asal kita berseru, mohon ampun padaNya.


Kedatangan Pengurus Pusat Dep. Kaum Pria GPSDI

Ibadah Kaum Pria GPSDI Ungaran hari Senin, 7 Pebruari 2011 jadi istimewa karena kedatangan Bp. Pdt. Matius yang saat ini menjabat sebagai Pengurus Pusat Dep. Kaum Pria GPSDI.

Ibu Gembala GPSDI Ungaran bersama Bp. Pdt. Matius  (Ketua Dep. Pria GPSDI) & Ibu Lidya (Ketua Dep. Wanita GPSDI).

Ibu Gembala GPSDI Ungaran bersama Bp. Pdt. Matius (Ketua Dep. Pria GPSDI) & Ibu Lidya (Ketua Dep. Wanita GPSDI).

 

Beliau datang bersama istri tercinta, Ibu Pdt. Lidya Seniwati yang kebetulan juga adalah Pengurus Pusat Dep. Kaum Wanita GPSDI. Benar-benar pasangan serasi.

Pada acara tersebut, Ibu Gembala terlihat sangat bahagia karena berjumpa teman lama. Ibu Pdt. Lidya, sekitar belasan tahun lalu pernah menjadi pengerja, membantu Alm. Bp. Pdt. Alex Tundugi dan Ibu Gembala melayani jemaat GPSDI Ungaran. Bahkan ketika bersua Pdt. Markus Mulyadi, Ibu Pdt. Lidya tampak akrab karena pernah merasakan pahit manis (dan tentunya hasilnya bahagia) dalam melayani bersama.

Dalam Ibadah Kaum Pria tersebut, Bp. Pdt. Matius melayani jemaat dengan Firman Tuhan yang agak greget & sensitif, mengenai kekudusan seksual dalam thema pokok tentang Komitmen & Integritas Pria.

Acara serupa, namun dengan skopa lebih besar akan diadakan Kaum Wanita se Wilayah I Jawa Tengah (8 Sidang Gereja GPSDI) pada hari Jumat pekan ini. Tentu saja yang dapat giliran berikut adalah sang Ibu Pdt. Lidya Seniwati.

Selesai Ibadah, kami mengadakan foto-foto bersama. Inilah foto-fotonya.

Foto Bersama Kaum Pria GPSDI Ungaran setelah selesai ibadah bersama Bp. Pdt. Matius  (Ketua Dep. Kaum Pria GPSDI) & Ibu Lidya (Ketua Dep. Kaum Wanita GPSDI).

Foto Bersama Kaum Pria GPSDI Ungaran setelah selesai ibadah bersama Bp. Pdt. Matius (Ketua Dep. Kaum Pria GPSDI) & Ibu Lidya (Ketua Dep. Kaum Wanita GPSDI).

 

 

Terimakasih, Bp. Pdt. Matius, Ibu Pdt. Lidya, dan Bpk Joko. Kapan ya kira-kira Pengurus Pusat lainnya datang mengunjungi kami?


KEKUATAN BARU

Khotbah Hari/ tgl:  Minggu, 4 Juli 2010

Pembicara:  Pdt. Otniel T.

Nats:  Yesaya 40 : 31

Judul: KEKUATAN BARU

Kekuatan baru hanya diperoleh dari Tuhan dan untuk memperolehnya kita harus dipenuhi oleh Roh Allah. Kelemahan kita sebenarnya adalah kekuatan kita.

Apa arti kekuatan baru?

1.      Menukarkan kekuatan kita dengan kekuatan Allah.

Kekuatan Allah = urapan (Allah yang bekerja langsung dalam hidup kita, yang kita tidak bisa lakukan menjadi mampu karena Dia)

Kekuatan yang kita miliki merupakan kekurangan di hadapan Tuhan.

Kekuatan baru diberikan kepada mereka yang berseru dan berserah pada Tuhan.

2.      Dipenuhi hidup, hikmat dan kekuatan Allah.

ü  Dipenuhi hidup Allah: melakukan perintah Tuhan (Firman Allah).

Allah bekerja sepenuhnya dalam hidup kita.

ü  Dipenuhi hikmat Allah. Hikmat adalah akal budi yang dari Allah.

Hikmat sangat penting bagi kita dan hanya diperoleh dari Allah.

ü  Dipenuhi kekuatan Allah (Dimensi Roh). Contohnya Daud dan Goliat. Goliat melihat tongkat Daud tapi tidak melihat batu yang di bawa Daud, artinya iblis bisa melihat kita tapi tidak iman kita.

 

Orang yang mempunyai kekutan baru pasti punya iman yang kuat.

Orang yang mempunyai kekuatan Allah pasti mudah mengalami mujizat.

Kekuatan Allah sangat besar.. Miliki kekuatan yang dari Allah.

Yoel 3: 10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!”

Miliki perubahan yang baru di dalam Tuhan.


ALLAH PENOLONG KITA

Khotbah Hari/ tgl : Minggu, 1 Agustus 2010

Pembicara : Ibu Gembala

Nats:  Mazmur 54 : 6-7

Judul: ALLAH PENOLONG KITA

Kita tidak perlu kuatir karena Allah adalah penolong & penopang kita.  Dia Allah yang setia.

Hati-hati terhadap perkataan kita, kekuatiran yang kita katakan akan terjadi. Perkataan sama dengan doa, apalagi  jika dikatakan dengan iman sungguh.  Contoh iman Abraham yang merupakan “bapa orang beriman”.  Karena iman Tuhan memberikan anak, yang secara manusia mustahil diperolehnya. Iman timbul dari pendengaran akan Firman Allah. Maka rajinlah beribadah dan mendengarkan Firman Allah supaya iman kita kuat.

Mazmur 55:17 dan Yeremia 33:2-3

Berseru kepada Tuhan dalam segala keadaan kita dan Ia akan menolong kita, seperti yang telah dilakukan Ayub

Ayub 42:2 “Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan bahwa tidak ada rencanaMu yang gagal.

Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”

Mazmur 94:17-19, Pertolongan Tuhan membuat kita kuat.  Jangan bimbang, perkatakan hal-hal positif.

Yeremia 1:4-5, Tuhan telah mengenal kita sejak belum dilahirkan, sejak dalam kandungan ibu kita ! Jadi bukan kebetulan kita bisa kenal Tuhan, tapi itu adalah sudah rencana-Nya, kita patut bersyukur

Mazmur 96:9, Sujudlah kepada Tuhan dalam kekudusan, maka Ia akan bertindak dan menolong kita.

Ayub 42:5, Alami sendiri perkenalan pribadi (memandang Dia) dengan Tuhan, bukan hanya dari kata orang.

Dekatkanlah diri kita pada Tuhan : rajin ibadah, doa, layani Tuhan memalui talenta masing-masing sehingga kita makin akrab/dekat Tuhan dan pantas menerima mujizatNya.


HIDUP YANG EFEKTIF

Khotbah Hari/ tgl:  Minggu, 22 Agustus 2010

Pembicara:  Ibu Gembala

Nats:  2 Petrus 1 : 5-11

Judul:  Hidup yang Efektif Berasal dari Iman

 

Tuhan ingin kita sebagai anak – anakNya hidup sesuai kehendakNya. Dalam Matius 5:1-12, dijelaskan tujuh sifat yang menyenangkan hati Tuhan dan membuat hidup kita bahagia. Salah satu yang penting adalah kelemah lembutan (ayat 5).

Untuk senantiasa hidup bersama Tuhan dan menyenangkan hatiNya, kita harus rela hidup kita diubah menurut kehendakNya. Dalam Yakobus 3:17 dijelaskan 7 sifat firman Allah yang akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik, ”Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.”

Setiap kita diberikan karunia oleh Tuhan, karunia itu bisa berbeda satu dan yang lainnya, namun untuk saling melengkapi. Seperti Kristus adalah kepala Jenaat dan kita adalah anggota tubuh yang berbeda – beda. Ada banyak karunia. Lakukanlah bagian kita dengan sebaik – baiknya.

Jadilah anak Tuhan dengan iman yang efektif dalam hidup kita. Mkasudnya, kita melakukan segala sesuatu dengan iman yang penuh pada Tuhan. Kita juga harus menjaga hati di hadapan Tuhan.

Kepercayaan kita kepadaNya tidak sia – sia. Seperti Abraham yang percaya penuh pada Tuhan (Roma 4:3). Tuhan memperhitungkannya sebagai kebenaran.

Saat kita menerima Firman Tuhan, dengarkan, percaya, aminkan, dan lakukan FirmanNya dengan sungguh – sungguh, karena dengan begitu hidup kita akan diberkati.


MENJADI UMAT YANG BERKEMENANGAN

Khotbah Hari/ tgl:  Minggu, 29 September 2010

Pembicara:  Pdt. Yohanes Suparno

Nats:  Hakim-hakim 7:2-6, 15-18

Judul:  Menjadi Umat Yang Berkemenangan

Banyak orang menginginkan kemenangan/diberkati, tetapi tidak mau berusaha. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi jika menginginkannya : ingin diberkati harus rajin bekerja, ingin punya rumah harus rajin menabung, ingin diurapi harus rajin berdoa, dsb.Dalam menginginkan sesuatu jangan lari (mau cepat), agar tidak tersandung lalu jatuh kemudian lumpuh!

Tuhan memberikan syarat-syarat agar Gideon (dan bangsa Israel/kita) menang, yaitu :

I. Penyaringan

1. Penyaringan hati

a.2-3 > dipilih yang berani, bukan yang takut & gentar. Kalau kebaktian berani datang cepat & tidak terlambat

2. Penyaringan sikap/karakter

a.6 > membawa air kemulut => tahu aturan, tidak fokus pada keinginan (minum)

a.5 > menghirup langsung dengan lidah (menjilat seperti anjing) => fokus pada kebutuhan, takut tidak kebagian.

Jangan takut memberi untuk Tuhan (waktu, tenaga, dana,dll). Yang berhemat  tambah miskin, tapi yang memberi /menabur banyak bertambah kaya (Amsal 11:24)

Tuhan melihat kualitas hati & sikap.

II. Strategi & Komunikasi

a.15-16 > dari 300 orang yang sisa dibagi 3 lagi

v Sangkakala, buyung kosong & obor => untuk menang harus membangun komunikasi yang baik dengan Tuhan dan sesama (bentuk +), pimpinan & bawahan, anak & orang tua, dll. Jika ada kesombongan maka terjadi kesalahan komunikasi yang menimbulkan kekacauan, ex: pembangunan menara babel, manusia menjadi sombong, bahasanya (komunikasinya) dikacaukan Tuhan, sehingga gagallah pekerjaan itu. Dunia ini lembah kekacauan, urusan duniawi bisa mnyebabkan kekacauan.

v Strategi => cara yang diatur sedemikian rupa dengan hikmat Tuhan, tidak sembarangan (kontekstual), dengan fokus untuk Tuhan.

III. Kompak

a.17-18 > Jika Gideon (pemimpin) meniup sangkakala yang lain mengikuti = kompak mengikuti perintah. Untuk kompak perlu kebersamaan, latihan, jaga perasa an, jaga pikiran. Kompak antara suami & istri, Gembala & jemaat, tuan & pekerja.


HIDUP PENUH KEBAJIKAN

Khotbah Hari/ tgl:  Minggu, 5 September 2010

Pembicara:  Ibu Gembala

Nats:  2 Petrus 1:5-7

Judul:  Hidup penuh kebajikan

Kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh menambahkan pada iman kita :

1.   Kebajikan

2.   Pengetahuan

3.   Penguaasaan diri

4.   Ketekunan

5.   Kesalehan

6.   Kasih akan saudara-saudara

7.   Kasih akan semua orang

Hidup yang efektif berasal dari iman yang taat pada Firman Tuhan. Mendengar Firman Tuhan, masukkan dalam hati sehingga kita bisa melakukan kebajikan. Kebajikan adalah kebaikan yang ikhlas, sekalipun dikecewakan, dicela, dijahati, ia tetap berbuat baik. Hidup penuh kebajikan adalah pilihan, karena Tuhan tidak pernah memaksa.

Contoh orang yang berbuat kebajikan adalah Yeremia (Ratapan 2:11 Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota), ia perduli akan keadaan orang lain/bangsanya secara sungguh-sungguh, tulus. Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya, kita bertanggung jawab atas rumah tangga kita masing-masing.

Yeremia dipenjara, ditahan (Yeremia 33:1, Yeremia 32:2), karena fitnah (Yeremia 37:11-16). Iblis masuk saat ada perpecahan, membuat orang memfitnah, kemudian timbullah hal-hal yang tidak mengenakkan, yang membuat susah.

Jika Firman Allah ada dalam hati &hidup kita, inilah yang membuat kita bisa tetap melakukan kebajikan walaupun difitnah, disakiti, dikecewakan. Hikmat dari Tuhan membuat ada  damai dalam diri kita sehingga kita tetap dapat jadi berkat. (Matius 5:11) > berbahagialah orang yang dianiaya/dicela/difitnah karena Tuhan

Yakobus 3: 17 => hikmat dari atas (Tuhan), adalah:

1.    Murni

2.    Pendamai

3.    Peramah

4.    Penurut

5.    Penuh belas kasihan &buah-buah yang baik

6.    Tidak memihak

7.    Tidak munafik

Mari kita minta hikmat dari Tuhan yang menjadikan hidup kita damai senantiasa, kita dapat tetap setia dan taat pada FirmanNya. Karena jika saatnya Tuhan datang & kita tidak dalam keaadaan setia & percaya, maka kita akan binasa tanpa seorangpun dapat menolong.


BEBAS DARI KETAKUTAN

Khotbah Hari/ tgl: Minggu, 12 September 2010

Pembicara: Pdt. David Tiwa

Nats: Lukas 21: 25-27

Judul : BEBAS DARI KETAKUTAN

Mengapa kita tidak perlu takut ???

II Tim 1: 7    – Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan

Roma 8: 15 – Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu takut lagi..

Fakta yang terjadi ketika roh ketakutan datang atas diri kita:

1. Iman menjadi goyah :

– Daud lari ke Abimelekh (Mazmur 34:1 Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.)

– Petrus mulai bimbang (Matius 14: 26-31 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”)

2. Mulai menyangkal Yesus (Murtad)

– Petrus menyangkal Yesus (Mrk 14:66-72) Ayat 72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu.

3. Mengutuki Allah .

– Istri Ayub suruh Ayub kutuki Allah (Ayub 2:7-9) Ayat 9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!”

Bagaimana cara mengatasi ketakutan?

1. Percaya, Tuhan Sumber jawaban dari persoalan (Mazmur 34:5 Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.).

2. Percaya, Tuhan pasti beserta dengan kita (Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku).

3. Percaya, Tuhan pasti punya rencana indah (Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan).

4. Percaya, PertolonganNya sangat terbukti (Mazmur 46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. S e l a).

Hari/ tgl       : Minggu, 12 September 2010

Pembicara   : Pdt. David Tiwa

JUDUL               : BEBAS DARI KETAKUTAN

Nats                 : Lukas 21: 25-27

Mengapa kita tidak perlu takut ???

II Tim 1: 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan

Roma 8: 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu takut lagi..

Fakta yang terjadi ketika roh ketakutan datang atas diri kita:

1. Iman menjadi goyah :

– Daud lari ke Abimelekh (Mazmur 34:1)

– Petrus mulai bimbang (Matius 14: 26-31)

2. Mulai menyangkal Yesus (Murtad)

– Petrus menyangkal Yesus (Mrk 14:66-72)

3. Mengutuki Allah .

– Istri Ayub suruh Ayub kutuki Allah (Ayub 2:7-9)

Bagaimana cara mengatasi ketakutan?

1. Percaya, Tuhan Sumber jawaban dari persoalan (Mazmur 34: 5).

2. Percaya, Tuhan pasti beserta dengan kita (Mazmur 23: 4).

3. Percaya, Tuhan pasti punya rencana indah (Yeremia 29: 11).

4. Percaya, PertolonganNya sangat terbukti (Mazmur 46: 2-4).


PENGUASAAN DIRI

Khotbah Hari/ tgl: Minggu, 26 September 2010

Pembicara: Ibu Gembala

Nats: 2 Petrus 1:6

Judul : Penguasaan Diri

Saudara, dalam nats ini dikatakan ada 3 kualitas yang harus dimiliki oleh anak – anak Tuhan, yaitu penguasaan diri, ketekunan dan kesalehan. Dalam Galatia 5:22-23 juga disebutkan 9 buah roh yang Tuhan ingin dihasilkan oleh anak – anakNya, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri.

Tuhan ingin kita mempunyai penguasaan diri dalam segala keadaan. Jangan hanya teringat akan Tuhan saat menghadapi masalah. Ingat, bukan setiap orang yang berseru ‘Tuhan Tuhan’ akan masuk kerajaan surga, melainkan yang melakukan kehendak Bapa.

Dengan sustu sudut pandang positif, iman yang teguh bisa membalikkan keadaan seburuk apapun di mata logika manusia. Dengan iman, masalah yang kita hadapi bukan lagi musibah, tetapi anugerah Tuhan. Jadilah seperti Ayub, yang tetap taat dan setia meskipun dalam pencobaan (Kisah Para Rasul 13:22). Apapun kebutuhan kita, Tuhan akan mencukupkan (Yohanes 15:7).

Seringkali, kita menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya, tapi Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati“).

Tujukanlah pandangan kita hanya pada Tuhan. Saat kita hidup sesuai kehendakNya, Ia akan memberikan segalanya bagi kita. Ia akan menyembuhkan segala penyakit, memberkati kita dan menjauhkan kita dari hal – hal buruk (Mazmur 107:20 disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur).

Amin, Tuhan memberkati.


ALIRAN KUASA MENJAMAH ANAKKU

Aliran Kuasa Menjamah Anakku

Sumber Kesaksian : Ibu Sri

CBNI – Ibu Sri adalah seorang pembantu rumah tangga yang mempunyai seorang anak perempuan. Anak semata wayangnya ini mengalami sakit bengkak di leher semenjak kelahirannya. Tentu saja hal ini sangat menyusahkan hatinya.

1. Waktu dilahirkan anak saya ini diperiksa oleh bidannya. Bidan melihat ada kelainan di bawah dagunya seperti lubang sebesar jarum. Semakin lama lubang ini semakin tumbuh dan mengeluarkan bau. Lama keadaan ini tidak lagi saya perhatikan, saya pikir sakit ini akan sembuh sendiri kalau anak saya besar nanti. Tapi setelah anak saya berumur dua tahun, di leher anak saya ada bengkak sebesar bola kasti.

2. Karena tidak mampu pergi ke dokter spesialis, anak ini saya bawa ke dokter puskesmas. Kata dokter anak saya ini harus dioperasi. Tapi saya jadi bingung karena saya ini dari keluarga ekonomi rendah. Saya hanya bisa pasrah dengan semua ini.

Hampir setiap hari ibu Sri berjalan kaki mencari kesembuhan bagi anak yang dikasihinya. Tetapi usahanya ini tidak berhasil. Walau demikian setiap hari ibu Sri selalu berdoa memohon kesembuhan bagi anaknya.

3. Satu malam saya menyetel TV. Waktu itu saya menonton pembawa acara Solusi memandu penonton untuk beriman. Penonton yang punya masalah dan problem apa saja diminta untuk mengangkat tangan. Waktu itu saya mengangkat tangan dan saya imani dalam doa. Saya juga meminta ampun jika selama ini saya merasa penderitaan ini akibat saya jauh dari Tuhan. Saya sudah lama meninggalkan Tuhan, jadi saya merasa ini hukuman bagi saya. Akhirnya saya berdoa minta ampun dulu untuk semua itu.

4. Tangan kiri saya saya pegangkan ke bagian bengkak anak saya sedangkan tangan kanan saya angkat ke televisi. Saya berdoa memohon pada Tuhan karena saya tidak punya uang untuk operasi. Sambil saya minta ampun saya imani terus doa saya. Saya imani doa saya di dalam nama Tuhan Yesus, akhirnya amin.

Beberapa hari kemudian saya melihat bengkak di leher anak saya mengempes terus. Padahal sebelumnya bengkak itu seperti mau pecah. Saya sampai ketakutan sebelumnya. Kalau nanti Tuhan ambil anak saya ini bagaimana jadinya?, saya pasti tidak tahan. Heran sekali tidak sampai satu minggu setelah berdoa, bengkak anak saya langsung kempes. Saya hanya bisa

menguicap syukur pada Tuhan, benar-benar mengucap syukur sampai-sampai saya ingin menelpon ke Solusi.

5. Puji Tuhan saya bersyukur untuk semua ini. Ini berarti saya masih harus bersama-sama dengan suami saya karena selama ini suami saya belum datang pada Tuhan dan saya ingin meninggalkan dia. Tapi dengan kejadian ini saya belajar bahwa dosa sebesar apapun Tuhan akan ampuni kalau kita minta ampun.

“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.” (1 Petrus 3:10,12)

From: CBNInews


PENUHILAH PANGGILAN PELAYANANMU!

Khotbah Hari/ tgl: Minggu, 24 Oktober 2010

Pembicara : Ibu Gembala

Nats: II Timotius 4:1-5

Judul: Penuhilah Panggilan Pelayananmu

Saat ini kita lihat, bencana dan kekacauan terjadi dimana – mana. Waktu kedatangan Tuhan sudah dekat. Tapi, Tuhan masih memberi kita kesempatan, untuk bertobat dan melayani Dia. Jika kita mau taat dan kembali kepadaNya, Ia akan menerima kita dan menyucikan kita.

Dalam II Timotius 4 : 1-5 dijelaskan, bahwa akan tiba waktunya orang tidak dapat menerima ajaran kebenaran. Tapi Tuhan berpesan, lakukanlah bagian kita. Sampaikanlah firman Tuhan baik atau tidak baik waktunya. Artinya, layanilah Tuhan kapanpun, karena tidak ada waktu yang tidak baik untuk melayani Dia.

Jika kita tinggal dalam Tuhan, dan Tuhan dalam kita, apapun yang kita minta pati Tuhan berikan (yoh 15:7). Tuhan sudah menebus hidup kita, jangan sia – siakan pengorbananNya (1 Petrus 1:17).

Saat akhir hidup kita, kita akan dihakimi Tuhan (Ibrani 9:27). Bukan setiap orang yang berseru ‘Tuhan,Tuhan’ yang akan masuk surga, tapi orang yang melakukan kehendak Bapa.

Andalkan Tuhan dalam segala sesuatu, terkutuklah orang yang mengandalkan manusia (Ibrani 10:30).

Hiduplah dekat dengan Tuhan, berbuah yang baik dan menjadi berkat bagi sesama. Jangan biarkan hati kita kosong, terus isi dengan firman Tuhan.

Kuasailah diri dalam segala keadaan, jangan sia – siakan pengorbananNya bagi kita (II Timotius 4:5).


HIDUP YANG DIPULIHKAN

Mengutamakan TUHAN & Dipulihkan

Khotbah Hari/ tgl: Minggu, 7 November 2010

Pembicara: Pdt. Otniel

Nats: Yohanes 21:15-17

Judul: Hidup yang Dipulihkan

Tuhan ingin kita menjadi pelaku firman, bukan hanya pendengar. Petrus banyak bicara, tapi attitude nya kurang baik. Dalam ayat – ayat tersebut, Tuhan memanggilnya sebagai Simon (artinya alang – alang), tapi disebutkan bahwa Petrus yang menjawab (Petrus: batu karang). Banyak orang yang tidak bisa dipulihkan karena tidak mau buka hati. Jika ada masalah, itu wajar. Tapi Tuhan tidak akan meninggalkan kita, seberat apapun masalah terasa bagi kita.

Bagaimana caranya supaya kita bisa dipulihkan?

1.    Utamakan Tuhan, maksudnya utamakan kehendak Allah, hidup sesuai kehendak Tuhan. Kita dapat kasih karunia, anugerah Allah. Kita hidup dalam kasih karunia, artinya kita hidup sesuai gaya hidup Allah. Tuhan sudah turun ke dunia sebagai manusia, untuk memberi teladan.

2.    Selaraskan diri dengan Firman Tuhan, hidup dengan pola yang benar, yaitu firman Tuhan. Teruslah berusaha agar iman bertumbuh. Buka pintu hati supaya Tuhan bisa kuasai hidup kita. Lakukan dan taati firmanNya. Minyak urapan, kolam Bethesda hanya media untuk menyalurkan kuasa Allah. Tuhan beri kita akal supaya bisa bertindak sesuai rencanaNya. Jangan menghakimi orang lain, supaya tidak dihakimi. Tuhan hanya melihat hati kita, apakah kita melakukan firmanNya atau tidak.

3.    Berdamai dengan diri sendiri. Semua orang mempunyai masa lalu yang buruk, tapi Tuhan sudah mengampuni dan menebus kita. Tidak perlu tenggelam dalam rasa bersalah. Bertobat, hidup benar, Tuhan akan berkati. Saat kita terima Dia sebagai juruselamat, segala kutuk sudah diputuskan, kita hidup sebagai anak Terang dan merdeka.

–          Milikilah keyakinan iman, bahwa tidak ada yang bisa pisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8:31-39).

–          Karena iman, maka Rahab, yang dianggap perempuan kotor, diselamatkan (Ibrani 11:31). Siapapun yang percaya dan beriman pasti diselamatkan.

4.    Miliki pergaulan dengan saudara seiman, komunitas yang mendukung. Kuatkan iman supaya tidak terpengaruh dunia. Pergaulan kita akan menentukan hidup kita. Bergaullah dengan orang yang memotivasi. Jadilah pemberi pengaruh, bukan yang terpengaruh. Setialah beribadah, supaya dapat pemulihan total dalam semua aspek kehidupan kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.


TAAT PERPULUHAN

Khotbah Hari/ tgl:  Minggu, 23 januari  2011

Pembicara: Ibu Gembala

Nats: Maleakhi 3: 6-11

Judul: Taat Perpuluhan

Penyerahan perpuluhan menyenangkan hati Tuhan. Kembalilah pada Tuhan maka Dia akan kembali pada kita, tapi bagaimana caranya? Lakukan ini: taat akan Firman Tuhan dan melakukannya.

  • Jangan jadi pencuri dari Tuhan. Kembalikan bagian milik Tuhan, maka Dia akan memberkati kita.

Maleakhi 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

  • Berikan dengan takaran yang baik

Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

  • Abraham memberikan perpuluhan untuk Tuhan.

Kejadian 14:19-20 Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

  • Yakub juga memberikan perpuluhan.

Kejadian 28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”

  • Semakin kita memberi, semakin Tuhan memberkati.

Ibrani 7:9 Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan,

Jangan keliru menyerahkan perpuluhan pada tempat yang tidak tepat. Serahkan pada Imam dimana jemaat berbakti sebagai jemaat. Lakukan dengan benar agar sesuai dengan Firman Tuhan dan janji-janjiNya digenapi atas kita.

Apa yang tidak pernah kita pikirkan dan dengar; itu yang disediakan Allah untuk kita semua yang mengasihinya.


IBADAH DAN PELAYANAN DI GPSDI UNGARAN

JADUAL IBADAH

HARI JAM (WIB) ACARA IBADAH TEMPAT
Senin 18.00 Kaum Pria Gereja Ungaran
Selasa 17.00 Kaum Wanita Gereja Ungaran
Rabu Mezbah Keluarga
Kamis 17.00 Umum Gereja Cabang Sitoyo
Jumat 19.00 Bidston Gereja Ungaran
Sabtu 17.00 Kaum Muda Gereja Ungaran
Minggu 06.30 IBADAH UMUM Gereja Ungaran
09.00 S.M. Gereja Gereja Ungaran
17.00 Umum Setoyo Gereja Cabang Sitoyo
Setiap Hari 05.00 Doa Pagi Gereja Ungaran

Pelayanan GPSDI Ungaran terbuka 1X24 jam selama 7 hari dalam seminggu.

Jangan ragu datang menemui kami untuk pelayanan doa, konsultasi, PA, layanan pra-nikah, baptisan kudus, konseling pribadi, tuntunan rohani, dll.

Gembala Sidang, Ibu Pdt. Hana Kristianawati dan para pelayan siap melayani Anda di alamat kami: Jl. Garuda No. 9 Ungaran. Telepon 024-6923547 atau email: gpsdi.ung@gmail.com.

Ibu Pdt. Hana (Gembala Sidang GPSDI Ungaran) dan Bp. Pdt. Eddy (Gembala Sidang GPSDI Ambarawa)
Ibu Pdt. Hana K. (Gembala Sidang GPSDI Ungaran) dan Bp. Pdt. Eddy Filipus (Gembala Sidang GPSDI Ambarawa)

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Mazmur  23:6)